Mitramabesnews.com
TALANG KELAPA Ratusan warga dari GMH, GMP, Erlangga, hingga BRR2 kembali melakukan aksi damai di kawasan Revari, Jalan Sawit, Talang Kelapa. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tetapi luapan kekecewaan mendalam akibat jalan yang rusak parah namun tak kunjung disentuh pemerintah.
Kerusakan jalan semakin menjadi karena setiap hari mobil-mobil bertonase berat dengan muatan besar lalu-lalang tanpa kendali. Padahal warga telah berulang kali melapor kepada Polsek Talang Kelapa, Lurah, hingga Camat. Namun, semua laporan itu menguap begitu saja tanpa tindakan nyata, tanpa penindakan, tanpa pengawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya, meski kondisi tersebut sudah viral, dan bahkan menjadi pembicaraan publik, aparat dan pejabat setempat tetap diam seribu bahasa. Tidak ada penertiban truk, tidak ada penjagaan, dan tidak ada solusi.
Aksi warga akhirnya memaksa Lurah, Camat, Satpol PP, hingga Intel Polsek Talang Kelapa turun ke lokasi. Tapi kehadiran mereka justru memunculkan kekecewaan baru, karena yang datang hanyalah janji tanpa kepastian.
> “Sudah viral berkali-kali, laporan kami jelas, tapi tetap tidak ada tindakan. Jalan kami hancur gara-gara truk berat yang bebas keluar masuk. Masa harus begini dulu baru turun?” tegas salah satu warga.
Pihak kecamatan berjanji akan menggelar rapat pada hari Jumat, namun warga menilai janji tersebut belum cukup. Mereka butuh komitmen tertulis, bukan sekadar ucapan manis di depan kamera.
> “Jalan ini urat nadi masyarakat. Kalau hujan, kami tidak bisa lewat, aktivitas lumpuh. Ini di Banyuasin, masa dibiarkan seolah bukan tanggung jawab siapa-siapa,” ujar warga lain.
Warga menegaskan bahwa mereka akan mengawal proses sampai benar-benar ada langkah nyata. Mereka juga mengancam akan melakukan aksi lebih besar bila pemerintah dan kepolisian masih bermain aman dan tidak mengambil tindakan tegas terhadap truk bertonase berat yang merusak jalan tersebut.
Jika tidak ada kejelasan dalam waktu dekat, kami siap turun dengan massa lebih banyak lagi, langsung ke Kantor Kecamatan Talang Kelapa,” ujar koordinator aksi.
Aksi hari ini menjadi peringatan keras: masyarakat muak dengan janji palsu, pembiaran, dan ketidakpedulian aparat.
4 pilar






