Nagan Raya // Mitramabesnews.com
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pewarta Pers Indonesia (A-PPI) Kabupaten Nagan Raya menilai pentingnya edukasi yang dilakukan oleh pihak terkait guna untuk menyadarkan masyarakat mengenai bahaya bau busuk limbah dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS), seperti pencemaran udara dan air yang dapat menyebabkan penyakit dan mengganggu kualitas hidup.
“Sebagaimana Kita ketahui di Nagan Raya bahaya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) jadi edukasi kepada Masyarakat terutama Gampong Ring Satu (1) itu sangat penting dengan tujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan masalah limbah perusahaan ,serta mendukung upaya perusahaan dan pemerintah untuk menerapkan teknologi pengolahan limbah yang lebih baik dan ramah lingkungan”, ujar Muhammad Adhar Ketua DPD A-PPI Nagan Raya pada media, Jum’at (29 Agustus 2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan dampak Negatif Bau Busuk dari Limbah PKS (Pabrik Kelapa Sawit) bagi Masyarakat mengakibatkan, Pencemaran Lingkungan sehingga kenyamanan terampas akibat aroma busuk tersebut.
“Bau busuk dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menunjukkan adanya pelepasan polutan ke udara, tanah, dan air. Limbah yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari sumber air minum, tanah menjadi tidak subur, dan mengotori lingkungan sekitar”, jelasnya.
Sambungnya lagi, Bau yang tidak sedap secara terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan dan kesehatan lainnya, terutama jika limbah mengandung zat-zat berbahaya.
“Lingkungan yang kotor dan tidak nyaman akibat limbah dapat menurunkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Lanjutnya, limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sarang penyakit dan sumber infeksi jika mencemari air atau menyebabkan tumpukan sampah yang tidak higienis.
“Edukasi membantu masyarakat memahami sumber dan dampak buruk dari limbah Pabrik Kelapa Sawir (PKS), sehingga mereka lebih peduli terhadap isu lingkungan”, imbuhnya.
Ia mengatakan, Masyarakat yang teredukasi akan lebih mampu menyampaikan keluhan dan tuntutan yang tepat kepada perusahaan dan pemerintah terkait pengelolaan limbah yang lebih baik.
Diharapkan dengan adanya edukasi kepada Masyarakat dapat mendorong untuk mendukung dan berpartisipasi dalam upaya-upaya pengelolaan limbah yang inovatif, seperti penggunaan teknologi hijau, daur ulang, dan proses produksi bersih di pabrik.
“Dengan edukasi Kami berharap, terbentuknya komunikasi yang lebih baik antara masyarakat, perusahaan PKS (Pabrik Kelapa Sawit), dan pemerintah daerah, dapat menemukan solusi bersama dalam mengatasi masalah bau limbah tersebut”, tandasnya mengakhiri.
(Red,adh)