Diduga Masyarakat Tanjung Baru Jadi Korban Pemukulan Oknum Sat Pol PP Ogan Ilir Saat Rapat Tengah Berlangsung

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 03:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitramabesnews.com

OGAN ILIR –Sumsel
Ratusan warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menggelar aksi pengawalan terhadap rapat antara Pemerintah Daerah (Pemda) Ogan Ilir dengan perwakilan warga, Senin (3/11/2025).
Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Bupati Ogan Ilir dengan agenda membahas permasalahan antara PT Gembala Sriwijaya dan masyarakat Desa Tanjung Baru terkait lahan perkebunan karet.

Aksi tersebut bertujuan untuk mendesak Pemda Ogan Ilir mengambil tindakan tegas terhadap PT Gembala Sriwijaya, yang dinilai masih menguasai lahan masyarakat meski masa izin Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan telah berakhir sejak 31 Desember 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan karet itu diketahui beroperasi di lima desa, yaitu Desa Tanjung Baru, Payakabung, dan Sukamulia di Kecamatan Indralaya Utara, serta Desa Burai dan Sentul di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.

Koordinator lapangan aksi, Basuki, menjelaskan bahwa hingga saat ini lahan warga masih dikuasai perusahaan.

> “Kami berharap pemerintah hadir untuk menengahi masalah ini supaya persoalan antara warga dan PT Gembala Sriwijaya bisa diselesaikan dengan baik melalui musyawarah,” ujar Basuki usai rapat bersama Pemda Ogan Ilir.

Basuki juga meminta agar pemerintah memfasilitasi pertemuan langsung antara masyarakat dan pihak perusahaan untuk mencari solusi bersama.
Menurutnya, luas lahan HGU yang habis masa izinnya mencapai sekitar 2.000 hektare di Desa Tanjung Baru, 800 hektare di Desa Burai, dan 500 hektare di Desa Payakabung.

Insiden Diduga Pemukulan oleh Oknum Sat Pol PP

Namun, di tengah berlangsungnya rapat, sempat terjadi insiden keributan. Beberapa warga mengaku menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Sat Pol PP Ogan Ilir.

Salah satu peserta aksi menyebut, korban bernama Wana (32) mengalami luka lebam di pipi kiri dan pendarahan pada gigi, sementara korban kedua, Ayu (29), mengalami lebam di bagian kepala.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan, SDM Polda Sumsel Laksanakan Kegiatan Bedah Rumah

> “Mereka korban pemukulan yang dilakukan oleh oknum Sat Pol PP Ogan Ilir,” ungkap salah satu peserta aksi.

Ketika di mintai keterangan kepada kasat satpol pp kabidin belum bisa memberikan keterangan terkait insiden yang terjadi.

Wakil Bupati Ogan Ilir: Akan Ditindaklanjuti Sesuai Aturan

Usai rapat, perwakilan masyarakat diterima langsung oleh Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, didampingi Sekretaris Daerah Muhsin Abdullah, jajaran Forkopimda, serta pihak Polres Ogan Ilir.

Dalam pertemuan tersebut, Ardani menyampaikan bahwa pemerintah telah menerima dan mencatat seluruh aspirasi masyarakat Tanjung Baru.

> “Sebenarnya pihak PT Gembala Sriwijaya sudah pernah melakukan audiensi dengan Bupati Ogan Ilir dan berencana melakukan paparan, namun hingga kini belum terlaksana. Kami berharap komunikasi dengan pihak perusahaan bisa segera berjalan,” ujar Ardani.

> “Percayalah kepada kami, kami juga merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Namun kita harus bersabar, dan kita ikuti dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Masyarakat Kecewa, Namun Tetap Kondusif

Menanggapi pernyataan tersebut, sejumlah warga mengaku kecewa karena merasa sudah terlalu lama diminta bersabar tanpa hasil konkret.

> “Kami sudah lama menunggu, dan jawaban ‘sabar’ itu selalu kami dengar,” ujar salah satu warga.

Basuki selaku koordinator lapangan menambahkan bahwa pihaknya akan tetap mengikuti proses yang dilakukan pemerintah.

> “Semua aspirasi masyarakat sudah kami sampaikan melalui Pemda Ogan Ilir. Kami juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak anarkis,” tutupnya.

Aksi pengawalan berakhir dengan aman dan tertib setelah pihak kepolisian Polres Ogan Ilir mengawal masyarakat hingga seluruh peserta membubarkan diri dengan kondusif.

(4 pilar)

Berita Terkait

Menjelang Akhir Masa Jabatan, IPTU Joharmen Antar Polsek Sanga Desa Raih Juara 1 Harkamtibmas
Indonesia Darurat Bahan Bakar Minyak (BBM), SPBU 14 214 223 Sumut
Wartawan Dianiaya di Pagar Alam, Syahbudin Padang Desak Polisi Bertindak Cepat
SD Negeri Ujong Patihah : Solidaritas Tanpa Batas untuk Korban Banjir Nagan Raya
Masyarakat Desa Pulo Ie Beri Bantuan Kepada Warga Korban Banjir Bandang di Beutong Ateuh
Bantu Warga: PT Kalista Alam Kerahkan Dua Unit Mobil Air Bersih dan 1 Unit Alat Berat Serta Sembako di Darul Makmur 
Oki yanti Nasution SH: Pinta Poldasu Segera Tangkap DPO Husen. (45), Warga Tanjung Morawa, Deli-Serdang
PT Fajar Baizury and Brothers Serahkan Bantuan Ke Pemerintah Nagan Raya Buat Di Salurkan Ke Warga
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 11:58

Indonesia Darurat Bahan Bakar Minyak (BBM), SPBU 14 214 223 Sumut

Rabu, 10 Desember 2025 - 02:01

SD Negeri Ujong Patihah : Solidaritas Tanpa Batas untuk Korban Banjir Nagan Raya

Selasa, 9 Desember 2025 - 09:14

Masyarakat Desa Pulo Ie Beri Bantuan Kepada Warga Korban Banjir Bandang di Beutong Ateuh

Senin, 8 Desember 2025 - 13:48

Oki yanti Nasution SH: Pinta Poldasu Segera Tangkap DPO Husen. (45), Warga Tanjung Morawa, Deli-Serdang

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:50

Dugaan Markup Alkes RSUD Pagaralam Ormas Progan ( Pro Gerakan Nasional) Laporkan Ke Kejati Sumsel

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:39

Pemerintah Gampong Pulo Ie Beserta Masyarakat Menggalang Dana untuk Korban Bencana Banjir

Sabtu, 6 Desember 2025 - 03:09

Muspika Kuala, SWI, dan Forum Pelajar Gromate Space Salurkan Bantuan ke Beutong dan Darul Makmur, Nagan Raya

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:52

Haji Affan Alfian Bintang, SE: Sosok Dermawan yang Tak Pernah Luntur, Ratusan Doa Mengalir dari Anak Yatim dan Jompo

Berita Terbaru